Ditulis oleh ch13ry di/pada Agustus 15, 2008
GRUB yang merupakan singkatan dari GRand Unified Bootloader adalah boot loader berlisensi GPL yang bertujuan untuk menyediakan sebuah antar muka proses booting sistem operasi di lingkungan x86. Di Ubuntu 7.10 atau sebelumnya GRUB merupakan bootloader default. Ketika selesai melakukan instalasi distro Ubuntu, dan melakukan reboot maka setelah POST (Power On Self Test) akan ditampilkan beberapa pilihan sistem operasi yang dapat di-boot, berlatar hitam dan terdapat beberapa tulisan yang menunjukkan OS yang diwakilinya, inilah yang disebut GRUB.
Penampilannya tidak terlalu indah memang, tapi jangan anggap remeh dulu karena GRUB memiliki segudang fitur yang sangat berguna bagi para penggunanya. Lagipula tampilannya yang agak seram itu masih bisa didandani kok. Latarnya yang berwarna hitam dapat diganti dengan gambar yang akan membuatnya terlihat lebih indah. Untuk melakukan hal ini kita hanya perlu sedikit mengedit /boot/grub/menu.lst. Siapkan sebuah berkas gambar yang berformat .xpm dan dikompress denga format .gz, kalau tidak mau repot-repot membuatnya unduh saja satu dari gnome-look.org, atau install dari repositori Ubuntu
$ sudo apt-get install grub-splashimages
gambar hasil instalasi ini bisa dilihat di /boot/grub/splashimages.
Berikutnya, hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengedit /boot/grub/menu.lst, tapi seperti biasa jangan lupa back-up dulu berkas menu.lst sebelum melakukan perubahan, hal ini untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan
$ cd /boot/grub
$ sudo cp menu.lst menu.lst_backup
$ sudo nano -w menu.lst
lalu tambahkan baris splashimage /boot/grub/splashimages/nama_berkas.xpm.gz setelah baris ke empat, hasilnya kira-kira seperti ini
# menu.lst – See: grub(8), info grub, update-grub(8),
# grub-install(8), grub-floppy(8),
# grub-md5-crypt, /usr/share/doc/grub
# and /usr/share/doc/grub-doc/.
splashimage /boot/grub/splashimages/gentleblue.xpm.gz
Jika sudah selesai tekan F3 atau Ctrl+O untuk menyimpan perubahan tersebut, dan F3 atau Ctrl+X untuk keluar dari nano. Setelah itu lakukan reboot, dan tampilan GRUB kini sudah terlihat lebih indah.
Sebenarnya kita bisa saja menggunakan gambar milik sendiri (foto pacar, teman, saudara, ortu, atau artis idola) untuk ditampilkan di GRUB, namun untuk itu kita perlu sedikit pekerjaan tambahan untuk mengkonversi dari format .png menjadi .xpm.gz. Untuk itu pastikan bahwa foto yang digunakan sudah memiliki format .png (jika belum konversi dulu dengan menggunakan gThumb). Lalu dari terminal jalankan perintah berikut
convert -resize 640×480 -colors 14 wallpaper.png splashimage.xpm && gzip splashimage.xpm
Setelah itu salin berkas tersebut ke direktori /boot/grub/splashimage.
Ditulis dalam Linux, Personal, Tips & Trik | 3 Komentar »
Ditulis oleh ch13ry di/pada Agustus 15, 2008
Mungkin banyak orang yang tidak akan percaya kalau ternyata terminal (atau biasa juga disebut konsole atau shell) bisa juga digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan, tidak melulu administrasi sistem, mengurus server, kompilasi kernel, hacking, atau pekerjaan yang biasa dilakukan geek lainnya.
Salah satu yang mungkin cukup menarik adalah menonton starwars di terminal. Cukup dengan mengetikkan perintah berikut:
$ telnet towel.blinkenlights.nl
Anda akan disuguhi film Star Wars ala terminal dengan pembukaan ala Hollywood (butuh koneksi internet tentunya)
Ditulis dalam Humor, Linux, Tips & Trik | 1 Komentar »
Ditulis oleh ch13ry di/pada Agustus 15, 2008
Mengapa harus membuat CD/DVD repo sendiri? Bukannya sudah ada 5 keping DVD repo dari komunitas Ubuntu Indonesia? Benar, namun sering kali seseorang tidak membutuhkan semua aplikasi yang terdapat di dalam repo tersebut, atau barang kali ada suatu kasus ketika seseorang membutuhkan aplikasi tambahan dari repo dan dia hanya memiliki CD-ROM drive (jangan tanyakan sambungan internet). Untuk kasus-kasus seperti ini kemungkinan besar harus dibuat CD/DVD repo khusus yang dapat mengakomodasi kebutuhan yang bersangkutan. Dan AptonCD akan sangat membantu dalam hal ini.
Instalasi
Jika di sistem yang digunakan belum ada AptonCD, silakan menginstalnya terlebih dahulu. Gunakan Synaptic Package Manager atau buka sebuah terminal dan ketik
$ sudo apt-get install aptoncd
Jika tidak punya hak administrasi minta (bila perlu mohon) kepada admin untuk menginstallkan aptoncd.
Pembuatan CD/DVD Repo
AptonCD dapat diakses dari menu System -> Administration -> AptonCD. Tampilan depan program ini sangat sederhana, hanya terdiri dari dua tombol, beberapa menu, dan sedikit tulisan tentang dua tombol yang terdapat di jendela tersebut.
Tampilan depan AptonCD
Untuk memulai pembuatan CD/DVD repo gunakan tombol Create, yang akan membukakan sebuah jendela baru lagi.
Memilih Paket
Secara default AptonCD akan memindai direktori /var/cache/apt/archive (tempat paket-paket yang diunduh dengan perintah apt-get install) dan memasukkan semua paket yang terdapat di sana. Bila memiliki paket lain yang ingin ditambahkan gunakan tombol Add yang ada di bagian bawah jendela. Tekan tombol Burn… untuk memulai pembuatan CD/DVD.
Memilih media yang digunakan
Dari dialog yang muncul, pilih media yang akan digunakan dan berikan nama untuk berkas ISO yang akan dibuat, centang juga pilihan Create a meta-package, kemudian tekan tombol Apply.
Pembuatan CD/DVD sedang berlangsung
Proses ini cukup lama dan mungkin akan sangat lama, tergantung berapa banyak paket yang akan dibuatkan CD/DVD. Setelah proses ini selesai, berkas ISO yang dihasilkan dapat langsung dibakar ke CD/DVD.
Proses pembuatan selesai
That’s it, selamat ber-Ubuntu ria!!
Ditulis dalam Linux, Tips & Trik | Leave a Comment »